Ada seorang gadis kecil yang pendiam. Dia sangat pendiam.
Baginya ucapannya tidak akan ada yang mendengar dan memahami. Dia lelah untuk mengeluarkan isi hatinya.
Tubuhnya bukti kemandiriannya. Kemandirian anak kecil yang
seharusnya dididik untuk menjadi seorang manusia.
Dia sebenarnya lemah. Kehidupan keras melukainya. Sikap
orang dewasa menghiraukannya. Hingga akhirnya ia tumbuh dewasa dengan badannya
yang penuh luka.
Tapi luka-luka itu bukti bahwa dia adalah manusia mandiri.
Kini ia sudah dewasa. Ia harus memperbaiki apa yang harus
diperbaiki sejak kecil. Mempelajari bagaimana cara menjadi manusia. Ia sadar
betapa banyak langkah kehidupan yang sudah ia lewatkan. Dan kini ia harus
mempelajarinya sendiri.
Mungkinkah suatu saat ada seseorang yang mengulurkan
tangannya pada gadis itu ?
Karena mata gadis itu sudah tidak berwarna. Dia sudah lelah
mencari warna.
Ahh..
Apakah aku bisa menolongnya ?
Hmm… aku rasa belum saatnya.
Maaf.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances